Standard Chartered : Indonesia Ekonomi Terbesar Kelima Tahun 2030


Chief Executive Standard Chartered Group Peter Sands melakukan kunjungan kehormatan resmi untuk bertemu dengan Wakil Presiden Indonesia, DR.Boediono, kemarin (24/5). Kunjungan tersebut bertujuan  untuk menekankan kembali komitmen Stanchart terhadap Indonesia menandai momentum perayaan ulang tahun ke 150 Standard Chartered.Sebagai salah satu bank internasional yang tertua di Indonesia, Standard Chartered juga menggelar sesi Gala Dinner di Jakarta yang berlangsung tadi malam (23/5).

Chief Executive Standard Chartered Group Peter Sands melakukan kunjungan kehormatan resmi untuk bertemu dengan Wakil Presiden Indonesia, DR.Boediono, kemarin (24/5). Kunjungan tersebut bertujuan  untuk menekankan kembali komitmen Stanchart terhadap Indonesia menandai momentum perayaan ulang tahun ke 150 Standard Chartered.Sebagai salah satu bank internasional yang tertua di Indonesia, Standard Chartered juga menggelar sesi Gala Dinner di Jakarta yang berlangsung tadi malam (23/5).
Detail

Kaos FP2M Kotamobagu


Pesanan baju kaos Forum Pengembangan Pribadi Muslim (FP2M) Kotamobagu
Bahan : Katun Combed 24's
Jumlah : 35pcs
Masa pengerjaan : 14 hari

Pesanan baju kaos Forum Pengembangan Pribadi Muslim (FP2M) Kotamobagu
Bahan : Katun Combed 24's
Jumlah : 35pcs
Masa pengerjaan : 14 hari
Detail

Bisnis Batok Kelapa Beromzet 60 Juta

Muhlis mungkin tak pernah menyangka kalau batok kelapa mampu meng antarkannya suk ses seperti sekarang. Di tangan pria kelahiran Sumenep, 27 Februari 1973 ini, batok kelapa bisa menjadi aset yang bisa diekspor ke luar negeri.  Bagaimana kisah jatuh bangun Muh lis memperoleh kesuk- sesan? Berikut ini adalah wawancara wartawan Republika, RR Laeny Sulistyawatide ngan Muhlissaat pameran Inacraft 2013, Ahad (28/4) lalu di JCC Senayan, Jakarta Selatan.

Kesuksesan yang digenggam Muhlis saat ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Saat itu di era 1990-an, pria yang baru lulus sekolah menengah atas (SMA) ini me mutuskan memilih profesi sebagai pemain sepak bola. Tapi, menurutnya, pemain bola bukanlah pekerjaan berumur panjang. Dari situ, pria berusia 40 tahun ini memu- tuskan bekerja sebagai karyawan penghasil kerajinan dari kulit. 
Muhlis mungkin tak pernah menyangka kalau batok kelapa mampu meng antarkannya suk ses seperti sekarang. Di tangan pria kelahiran Sumenep, 27 Februari 1973 ini, batok kelapa bisa menjadi aset yang bisa diekspor ke luar negeri.  Bagaimana kisah jatuh bangun Muh lis memperoleh kesuk- sesan? Berikut ini adalah wawancara wartawan Republika, RR Laeny Sulistyawatide ngan Muhlissaat pameran Inacraft 2013, Ahad (28/4) lalu di JCC Senayan, Jakarta Selatan.

Kesuksesan yang digenggam Muhlis saat ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Saat itu di era 1990-an, pria yang baru lulus sekolah menengah atas (SMA) ini me mutuskan memilih profesi sebagai pemain sepak bola. Tapi, menurutnya, pemain bola bukanlah pekerjaan berumur panjang. Dari situ, pria berusia 40 tahun ini memu- tuskan bekerja sebagai karyawan penghasil kerajinan dari kulit. 
Detail

Tips Sukses Orang Terkaya Keempat di Inggris

Sumber : businessweek.com

Richard Branson adalah orang nomor empat terkaya di inggris. Ia memiliki Virgin Group yang terdiri dari 400 perusahaan besar dan kecil. Memulai bisnis sejak keluar dari sekolah semasa remaja. Inspirasi kesuksesan Richard adalah ibunya sendiri. Terdapat beberapa kebiasaan yang di tanamkan ibunya sehingga bisa menghantarkannya pada kesuksesan yang mungkin bisa jadi inspirasi bagi pembaca yang budiman.
Sumber : businessweek.com

Richard Branson adalah orang nomor empat terkaya di inggris. Ia memiliki Virgin Group yang terdiri dari 400 perusahaan besar dan kecil. Memulai bisnis sejak keluar dari sekolah semasa remaja. Inspirasi kesuksesan Richard adalah ibunya sendiri. Terdapat beberapa kebiasaan yang di tanamkan ibunya sehingga bisa menghantarkannya pada kesuksesan yang mungkin bisa jadi inspirasi bagi pembaca yang budiman.
Detail

Bisnis Oleh-Oleh Beromzet Rp. 10 Miliar

Kek pisang villa / detik.com

Jakarta - Sukses adalah milik semua orang. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Setidaknya itulah yang dikatakan Selvi Nurlia, Owner & Vice Director Kek Pisang Villa Batam. 

Seorang ibu rumah tangga di pinggiran kota Batam, bersama suaminya kini sukses membesarkan merek Kek Pisang Villa dan mampu meraih omzet di atas Rp 10 miliar per tahun. Dengan modal awal hanya Rp 2 juta saja, kini Selvi sudah bisa memiliki 13 outlet oleh-oleh khas daerah setempat di seluruh Indonesia.

"Awal 2007 masih ibu rumah tangga di pinggiran kota Batam. Awalnya saya hanya ingin punya penghasilan lebih dan membantu suami saya. Akhirnya saya direkomendasikan temen saya untuk ikut ajang wirausahawan wanita. Awalnya ogah-ogahan. Sampai saya mengikuti ajang bergengsi seperti ini. Tapi saya yakin bisa menaklukan orang-orang di Jakarta dengan bekal yang saya punya dengan bisnis kuliner di kota Batam," terang dia saat acara peluncuran Ernst & Young Entrepreneurial Winning Woman Tahun 2013, di Graha Niaga, Jakarta, Rabu (20/3/13).

Saat ini, Selvi menyebutkan, sudah memiliki 13 outlet di seluruh Indonesia, 6 outlet diantaranya berlokasi di Batam. Desember 2012, Selvi juga baru membuka outlet baru di 3 lokasi seperti Balikpapan, Banjarmasin, dan Padang.

Selvi menargetkan bisa membangun 40 cabang di kota-kota lain yang punya potensial market di bidang oleh-oleh. April ini, dia akan kembali membuka 3 outlet di daerah Jawa. Biasanya, kata dia, satu outlet menghabiskan biaya sebesar Rp 1 miliar.

"Kita pengen seperti Alfamart dan Indomaret tapi khusus oleh-oleh. Setelah ikut E&Y saya dapat networking yang besar. Waktu di Batam tidak begitu banyak networking, di sini saya bisa dapat lebih," paparnya.

Menurutnya, dalam mengembangkan bisnis yang terpenting adalah membangun network. "Enam tahun saya merintis oleh-oleh khas Batam. Kita bisa mengembangkan bisnis ini dan bisa mengembangkan potensi bisnis yang lebih tinggi. Network adalah segalanya dan membuka peluang yang sangat besar bagi saya," kata Selvi seperti dikutip dari detikFinance.



Kek pisang villa / detik.com

Jakarta - Sukses adalah milik semua orang. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Setidaknya itulah yang dikatakan Selvi Nurlia, Owner & Vice Director Kek Pisang Villa Batam. 

Seorang ibu rumah tangga di pinggiran kota Batam, bersama suaminya kini sukses membesarkan merek Kek Pisang Villa dan mampu meraih omzet di atas Rp 10 miliar per tahun. Dengan modal awal hanya Rp 2 juta saja, kini Selvi sudah bisa memiliki 13 outlet oleh-oleh khas daerah setempat di seluruh Indonesia.

"Awal 2007 masih ibu rumah tangga di pinggiran kota Batam. Awalnya saya hanya ingin punya penghasilan lebih dan membantu suami saya. Akhirnya saya direkomendasikan temen saya untuk ikut ajang wirausahawan wanita. Awalnya ogah-ogahan. Sampai saya mengikuti ajang bergengsi seperti ini. Tapi saya yakin bisa menaklukan orang-orang di Jakarta dengan bekal yang saya punya dengan bisnis kuliner di kota Batam," terang dia saat acara peluncuran Ernst & Young Entrepreneurial Winning Woman Tahun 2013, di Graha Niaga, Jakarta, Rabu (20/3/13).

Saat ini, Selvi menyebutkan, sudah memiliki 13 outlet di seluruh Indonesia, 6 outlet diantaranya berlokasi di Batam. Desember 2012, Selvi juga baru membuka outlet baru di 3 lokasi seperti Balikpapan, Banjarmasin, dan Padang.

Selvi menargetkan bisa membangun 40 cabang di kota-kota lain yang punya potensial market di bidang oleh-oleh. April ini, dia akan kembali membuka 3 outlet di daerah Jawa. Biasanya, kata dia, satu outlet menghabiskan biaya sebesar Rp 1 miliar.

"Kita pengen seperti Alfamart dan Indomaret tapi khusus oleh-oleh. Setelah ikut E&Y saya dapat networking yang besar. Waktu di Batam tidak begitu banyak networking, di sini saya bisa dapat lebih," paparnya.

Menurutnya, dalam mengembangkan bisnis yang terpenting adalah membangun network. "Enam tahun saya merintis oleh-oleh khas Batam. Kita bisa mengembangkan bisnis ini dan bisa mengembangkan potensi bisnis yang lebih tinggi. Network adalah segalanya dan membuka peluang yang sangat besar bagi saya," kata Selvi seperti dikutip dari detikFinance.



Detail

Jaket Ikhwanul Muslimin 1928 - Palestina (available!)



Pengiriman pesanan jaket Order Part I via JNE


Jaket IM 1928 - lakilaki




Jaket IM 1928 - perempuan


Jaket Palestine - lakilaki

Jika anda tertarik memesan, segera hubungi FAST RESPONS (tlp/sms) 085 299 430 323 / pin 32E55EEC atau Twitter DKI STORE



Pengiriman pesanan jaket Order Part I via JNE


Jaket IM 1928 - lakilaki




Jaket IM 1928 - perempuan


Jaket Palestine - lakilaki

Jika anda tertarik memesan, segera hubungi FAST RESPONS (tlp/sms) 085 299 430 323 / pin 32E55EEC atau Twitter DKI STORE

Detail

Kaos Yayasan Nase Mulia - Wuestenkind e.V

Kaos Yayasan Nase Mulia / Wuestenkind e.V. Sebuah lembaga sosial yang berafiliasi dari perusahaan global HENZE berpusat di Jerman dan bekerja sama dengan GERMAKON sebagai agent di Indonesia






 Jumlah pesanan : 400 pcs
Pengerjaan : 4 minggu
Bahan : katun combad
Kaos Yayasan Nase Mulia / Wuestenkind e.V. Sebuah lembaga sosial yang berafiliasi dari perusahaan global HENZE berpusat di Jerman dan bekerja sama dengan GERMAKON sebagai agent di Indonesia






 Jumlah pesanan : 400 pcs
Pengerjaan : 4 minggu
Bahan : katun combad
Detail
 
Alamat : Bandung Selatan (Workshop) | Jl. Penggalang Raya No. 03 - Matraman, Jakarta Timur (Co Distribution)
Copyright © 2012. DKI STORE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Dkistore
Proudly powered by Blogger